Ekspor Minyak Timur Tengah Kembali Meningkat Bulan September

Ekspor minyak Timur Tengah. (Foto: voi.id)

Moeslim.id | Data dari Kpler yang dirilis pada Hari Senin menunjukkan ekspor minyak mentah dari produsen-produsen utama Timur Tengah kembali meningkat pada Bulan September menjadi 12,8 juta barel per hari (bph).

Ini adalah angka tertinggi sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada Bulan Februari seiring dengan langkah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk meningkatkan ekspor mereka.

Peningkatan ini terjadi menyusul pemulihan ekspor melalui Selat Hormuz, yang diperkirakan mencapai sekitar 7,4 juta bph bulan ini, setelah Arab Saudi mengalihkan ekspor minyak dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah akibat serangan yang merusak jalur pipa Timur-Barat mereka, menurut data awal tersebut, melansir Al Arabiya dari Reuters (29/9).

Baca Juga:  Kanada Tetapkan Oktober Sebagai Bulan Sejarah Islam

Meskipun ekspor dari kawasan tersebut yang mencakup Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Oman, Qatar, Kuwait, dan Iran kembali meningkat, namun volumenya masih lebih rendah sekitar 6 juta bph dibandingkan angka 18,8 juta bph pada bulan Februari, menurut Kpler.

Arab Saudi, sebagai eksportir terbesar di kawasan tersebut, tercatat akan mengirimkan sekitar 5,4 juta bph bulan ini. Angka tersebut merupakan peningkatan dari 2,446 juta bph pada bulan Agustus, sebagaimana ditunjukkan oleh data tersebut.