MOESLIM.ID | Umrah merupakan ibadah yang agung dan yang paling utama, dengan ibadah ini Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengangkat derajat hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosanya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menunaikan ibadah umrah dan para Sahabat pun menunaikan ibadah umrah bersama beliau ketika beliau hidup maupun setelah beliau wafat.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mensyariatkan untuk berumrah, baik melalui perkataan maupun perbuatan, sebagaimana beliau bersabda;
تَابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوْبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ
“Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran besi, emas dan perak”. ([2]
Berikut ini rukun-rukun Umrah yang harus ditunaikan agar ibadah Umrahnya sah;
Ihram
Ihram adalah keadaan seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah. Jamaah haji dan umrah harus melaksanakannya sebelum di miqat.
Bagi orang yang hendak menunaikan ibadah umrah wajib berihram dari miqat, jika ia tinggal di luar miqat. Apabila ia tinggal dalam batas miqat, maka ia berihram dari rumahnya. Adapun orang yang tinggal di kota Mekah, mereka harus keluar ke daerah halal dan berihram dari sana.









