Moeslim.id | Armada laut AS dalam kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln, termasuk beberapa kapal perusak berpeluru kendali, sudah tiba di wilayah TImur Tengah dan berada dalam jarak serang terhadap Iran.
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa serangan lanjutan AS akan memicu kembali gelombang demonstrasi besar-besaran di dalam negeri.
Sejumlah kekuatan regional, termasuk Uni Emirat Arab, menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun perairannya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, keberadaan kapal induk AS di Laut Mediterania dinilai membuat Washington tidak memerlukan izin dari banyak pihak ketiga untuk menyerang.
Selama akhir pekan, militer AS juga mengumumkan akan menggelar latihan di kawasan tersebut “untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan, menyebarkan, dan mempertahankan kekuatan udara tempur”.
Serangan yang dikhawatirkan terjadi kali ini diperkirakan tidak lagi berfokus pada program nuklir Iran yang sejatinya sudah terpukul dalam perang 12 hari pada Juni lalu, melainkan menyasar kepemimpinan politik negara itu.









