Armada Perang AS Tiba di Timur Tengah, Pendukung Iran Siaga

Armada perang AS
Armada perang AS. (Foto: Net)

Tujuannya, menurut sejumlah pengamat, untuk kembali memicu kemarahan publik akibat merosotnya standar hidup. Data resmi terbaru menunjukkan inflasi Iran dalam sebulan terakhir telah mencapai 60%.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menuduh Amerika Serikat sedang berupaya menghancurkan kohesi sosial Iran sebelum melancarkan serangan militer. Ia menuding Presiden AS Donald Trump sengaja menggambarkan Iran berada dalam kondisi darurat.

Menurutnya, upaya Trump untuk menggambarkan negara ini seolah dalam keadaan darurat itu sendiri merupakan bentuk peperangan.

Baca Juga:  MUI: Koruptor Perlu Dipenjara Seumur Hidup Atau Hukum Mati

“Para perusuh merupakan kelompok urban dengan karakteristik mirip teroris. Ketika mereka menyerbu pusat militer dan polisi untuk mendapatkan senjata, itu menunjukkan mereka ingin memicu perang saudara. Kali ini, taktik AS adalah memecah kohesi publik terlebih dahulu, baru kemudian melakukan serangan militer,” kata Larijani, dilansir The Guardian.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah keras laporan yang menyebut utusan khusus AS Steve Witkoff tengah menjalin kontak dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk membahas kemungkinan kesepakatan diplomatik.