
Karenanya, sejumlah lembaga dan komunitas tunanetra menyusun buku panduan membaca dengan metode dan pendekatan yang beragama.
Keragaman itu pula membuat buku-buku panduan tersebut memiliki keterbatasan dan tidak bisa digunakan secara luas oleh tunanetra muslim di Indonesia.
Iqro’na disusun dengan mempertimbangkan kemudahan dalam mempelajari bacaan Al Qur’an. Sistematikanya disusun sedemikian rupa dengan mengacu pada prinsip pentahapan (graduasi), dimulai dari yang mudah hingga yang sulit, dari yang sederhana hingga yang rumit.(*)








