LNG Terimbas Perang Timur Tengah, Peluang Indonesia Rebut Pasar Asia

Gas alam cair (LNG). (Foto: Net)

Fleksibilitas pengiriman juga meningkat dengan bertambahnya sekitar 70-80 kapal LNG baru setiap tahun. Kondisi tersebut memungkinkan pelaku industri mengalihkan pasokan dari satu wilayah ke wilayah lain ketika terjadi gangguan pada jalur perdagangan utama.

Harga LNG yang tinggi dan kebutuhan diversifikasi pasokan juga meningkatkan prospek produsen baru seperti Argentina, Timor-Leste, dan Tanzania. Timor-Leste, misalnya, merencanakan dua fasilitas LNG, termasuk fasilitas berkapasitas 5 juta ton untuk pengembangan lapangan Greater Sunrise dan fasilitas 1,5 juta ton untuk memanfaatkan sisa gas dari Bayu-Undan.

Baca Juga:  Perang Timur Tengah, Jet Tempur Arab Saudi Bombardir Yaman

Di Indonesia, Chief Executive Officer Inpex Takayuki Ueda mengatakan perusahaan fokus mengembangkan proyek gas Abadi di Blok Masela. Proyek tersebut memiliki kapasitas 9,5 juta ton LNG per tahun dan ditargetkan mencapai keputusan investasi final pada pertengahan 2027.

Ueda mengatakan perusahaan energi kini semakin memperhatikan ketahanan dan diversifikasi portofolio, sumber pasokan, serta keseluruhan rantai pasok.

Dengan perubahan pola perdagangan LNG Asia akibat gangguan geopolitik, Indonesia melalui pengembangan proyek Abadi dan sumber gas lainnya berpeluang meningkatkan perannya sebagai salah satu pemasok LNG bagi pasar regional.(ekbis.sindonews.com)