
Selain itu, Kiai Masyhuril juga berpendapat agar para investor muslim turut mengambil peran dalam menangani krisis pinjol yang ada. Mereka bisa berkontribusi dengan memberikan pinjaman tanpa bunga dengan syarat sesuai syariat.
“Harus ada kontribusi yang nyata dari umat Islam. Selain bisa menerapkan ide tersebut, pengelolaan keuangan yang baik juga harus diajarkan kepada umat,” pungkas dia.
Sementara itu, Sekretaris PDPAB MUI, KH Nurul Badruttamam mengajak masyarakat untuk menghindari pinjaman online (pinjol) ilegal karena banyak kemudharatan (tidak baik).
Kiai Nurul mengatakan, pinjol ilegal diawal memang menawarkan berbagai kemudahan. “Tapi kemudiaan membawa banyak kemudharatan,” tegasnya.
Oleh karena itu, ujarnya, kegiatan ini digelar atas kerasahan masyarakat terhadap pinjaman online ilegal yang sangat membawa dampak negatif.
“Dari beberapa diskusi dengan pakar maka perlu disosialisasikan lebih dalam terkait pinjaman online ilegal ini,” paparnya.(MUI)








