Baju Motif Camouflage, Tampil Lebih Gagah dan Berani

Baju motif camouflage
Baju motif camouflage. (Foto: Net)

Cerita panjang kamuflase rupanya harus benar-benar dimulai dari alam dan sekitarnya. Misalnya hewan seperti laba-laba kepiting payung, bron caterpillar dan gurita hingga burung, sangat banyak jenis hewan menyembunyikan diri mereka dan terkadang kamuflase yang mereka lakukan sangat luar biasa, seperti laba-laba kepiting payung yang berkamuflse demi menghindari kejaran pemangsa yang sekaligus memposisikan dirinya sebagai pemangsa.

Sebelum penemuan senapan modern di pertengahan 1800-an (senapan paling awal digunakan selama abad ke-15), militer di seluruh dunia mengenakan pakaian dalam nuansa warna yang cerah, misalnya pasukan Inggris dengan seragam mantel berwarna merah yang sangat mencolok.

Baca Juga:  Micellar Water Ternyata Sudah Digunakan Sejak Tahun 1990-an

Berbeda dengan para tentara yang berada dibarisan depan, para penembak jitu mulai mengenakan pakaian yang berwarna lebih gelap dan tidak mencolok, hal ini rupanya ditujukan untuk menyembunyikan diri saat memilih target. Jägers Austria (pemburu) mengenakan warna abu-abu terang, sedangkan the British 95th Rifle Regiment mengenakan warna hijau gelap.

Cerita panjang motif ini membawa kita hingga ke hari ini, dimana camo berarti segalanya dan bukan apa-apa, dan menjadi milik semua orang, bukan segelintir pasukan. Hal ini juga menjadikan camo masuk dan keluar dari siklus dunia mode berdasarkan persepsi orang tentang segala cerita panjangnya.

Baca Juga:  Jam Tangan Diver Untuk Kamu yang Hobi Berenang

Mulai digunakan dan dimodifikasi sebagai fokus utama dari sebuah pakaian, seperti jaket atau celana panjang, motif ini menonjol dengan kepercayaan dirinya. Sebagai aksen, itu menambahkan sedikit intrik pada pakaian yang digunakan. Dari pola harimau hingga sentuhan bit digital, ada juga sejumlah besar cetakan motif camo untuk dipilih.