Bolehkah Lelaki Memanjangkan Rambut? Berikut Penjelasannya

MOESLIM.ID | Bolehkah pria berambut panjang? Kita tahu bahwa penampilan semacam itu hanya pada wanita. Namun saat ini, beberapa pria sengaja memanjangkan rambutnya.

Abu Darda’ pernah meminta nasehat pada Sahl bin Al Hanzholiyyah, di mana Sahl kala itu menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

نِعْمَ الرَّجُلُ خُرَيْمٌ الأَسَدِىُّ لَوْلاَ طُولُ جُمَّتِهِ وَإِسْبَالُ إِزَارِهِ

Sebaik-baik orang adalah Khuraim Al Asadi, seandainya rambutnya tidak panjang dan tidak memanjangkan sarungnya di bawah mata kaki”.

Baca Juga:  Manset Lengan Untuk Menambah Kesempurnaan Hijaber

Ucapan Nabi shallallahu alaihi wasallam tersebut ternyata sampai kepada Khuraim. Lantas ia segera mengambil pisau, kemudian memotong rambutnya sampai kedua telinganya dan mengangkat sarungnya hingga pertengahan kedua betisnya. (HR. Abu Daud no. 4089 dan Ahmad 4: 179)

Hadits ini menunjukkan bahwa panjang rambut laki-laki adalah tidak melebihi pundaknya dan rambut yang panjang menunjukkan sifat kesombongan. Yang biasa butuh berambut panjang untuk berpenampilan menarik hanyalah wanita.

Hadits ini pun sebagai keterangan bahwa laki-laki tidak boleh menyerupai wanita dalam berpenampilan. Termasuk pula tidak boleh menyerupai wanita dalam hal rambut. Karena perbuatan menyerupai seperti itu dilaknat.

Baca Juga:  Kopiah Riman, Peninggalan Zaman Sultan Iskandar Muda Aceh

Hadits di atas juga menjadi dalil bahwa para sahabat saat mendengar perintah Nabi shallallahu alaihi wasallam, mereka langsung melakukannya, tidak menunda-nunda, tidak pula cari alasan lain supaya mendapat keringanan.

Tidaklah seperti sebagian orang yang saat disampaikan suatu dalil malah masih mencari-cari alasan, barangkali ada ulama yang berpendapat berbeda. Padahal para ulama seringkali mengatakan,

“Siapa saja yang mencari-cari pendapat yang sesuai hawa nafsunya, maka dalam dirinya terdapat sifat zindiq atau kemunafikan”.

Baca Juga:  Sandal Gladiator, Bisa Untuk Keseharian dan Liburan

Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 306-307. Moga Allah beri hidayah.(muslim.or.id)

Referensi Lainnya, klik: https://www.jabarnews.com