Moeslim.id | Motif kain geometris adalah pola berulang yang tersusun dari bentuk-bentuk dasar ilmu ukur seperti garis, sudut, bidang (segi empat, segitiga), dan lingkaran, menciptakan susunan yang teratur, simetris, dan seringkali memiliki makna filosofis.
Contohnya termasuk motif garis-garis (Poleng), kotak (Kawung), segitiga, lingkaran (Bulatan), Swastika (Zig-zag), Meander, dan Pilin Berganda, yang dapat ditemukan dalam berbagai kain tradisional seperti batik dari berbagai daerah di Indonesia.
Ciri-ciri utama motif kain geometris yaitu teratur dan simetris, polanya tersusun rapi dan terukur. Menggunakan unsur ilmu ukur, memanfaatkan titik, garis, bidang, dan bentuk ruang.
Motif kain geometris menggunakan bentuk dasar seperti persegi, segitiga, lingkaran, atau spiral. Pola diulang secara konsisten untuk membentuk komposisi.
Contoh motif geometris yaitu garis-garis (Poleng): Garis sejajar atau bersilangan. Kotak (Kawung): Motif ikonik dari segi empat yang saling tumpang tindih. Segitiga tersusun rapi atau organik.









