Alasan Syar’i Kenapa Shalat Idul Adha di Rumah

MOESLIM.ID | Kementerian Agama memutuskan Idul Adha 1442 Hijriah jatuh pada 20 Juli 2021. Keputusan itu ditetapkan melalui sidang isbat yang digelar pada 10 Juli 2021. Tahun ini, shalat Idul Adha akan kembali digelar di tengah pandemi Covid-19, sama seperti tahun lalu.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, Kemenag telah menerbitkan aturan khusus terkait perayaan Idul Adha. Bagi daerah yang termasuk wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, shalat Idul Adha dilakukan di rumah dan takbir keliling ditiadakan.

Berikut ini beberapa alasan syar’i yang memperbolehkan menunaikan ibadah shalat Idul Adha di rumah;

Alasan Pertama: Berdasarkan kaidah fikih,

دَرْأُ المَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ المَصَالِحِ

Menghilangkan mafsadat lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

  • Mafsadat: bisa tertular virus covid (apalagi varian delta yang cepat tertular) saat berkerumun ketika pelaksanaan shalat Idul Adha
  • Manfaat: mengejar pahala shalat Idul Adha yang dihukumi sunnah (bukan wajib)

Alasan Kedua: Mengingat kaidah fikih,

الفَرْضُ أَفْضَلُ مِنَ النَّفْلِ

“Suatu yang wajib lebih utama daripada suatu yang sunnah.”

Suatu yang wajib: menjaga jiwa (hifzhud diin). Menjaga jiwa termasuk dhoruriyatul khams, lima hal darurat yang mesti dijaga yaitu menjaga (1) agama (din), (2) jiwa, (3) keturunan, (4) akal, (5) harta.

Suatu yang sunnah: shalat Id dihukumi sunnah menurut jumhur ulama.

Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

مَنْ شَغَلَهُ الْفَرْضُ عَنْ النَّفْلِ فَهُوَ مَعْذُورٌ وَمَنْ شَغَلَهُ النَّفْلُ عَنْ الْفَرْضِ فَهُوَ مَغْرُورٌ

“Siapa yang tersibukkan dengan yang wajib dari yang sunnah dialah orang yang patut diberi udzur. Sedangkan siapa yang tersibukkan dengan yang sunnah sehingga melalaikan yang wajib, maka dialah orang yang benar-benar tertipu.” (Fath Al Bari, 11:343)

Alasan Ketiga: Saran Para Ahli Kedokteran

Ini menghormati keputusan para dokter yang pakar dalam menyikapi pandemi. Apalagi saat ini kasus covid-19 lagi melonjak tinggi, banyak yang isoman, dirawat di Rumah Sakit, hingga rumah sakit penuh, lantas tak sedikit yang meninggal dunia.

Serahkanlah kepada ahlinya untuk masalah kesehatan seperti ini. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.”  (HR. Muslim, no. 2363)

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

لاَ أَعْلَمُ عِلْمًا بَعْدَ الحَلاَلِ وَالحَرَامِ أَنْبَلُ مِنَ الطِّبِّ إِلاَّ أَنَّ أَهْلَ الكِتَابِ قَدْ غَلَبُوْنَا عَلَيْهِ

“Saya tidak mengetahui sebuah ilmu (setelah ilmu halal dan haram) yang lebih berharga yaitu ilmu kedokteran, akan tetapi ahli kitab telah mengalahkan kita.” (Siyar A’lam An Nubala, 8:528, Darul Hadits)

Demikianlah, beberapa alasan syar’i yang memperbolehkan menunaikan ibadah shalat Idul Adha di rumah. Semoga Allah mengampuni dosa kita bersama. Aamiin.(bbs)

Referensi Lainnya, klik: https://www.jabarnews.com