Hukum Memakan Bangkai, Berikut Pengertiannya

Hukum memakan bangkai
Hukum memakan bangkai. (Foto: Net)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman;

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

“Katakanlah; ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi (karena sesungguhnya semua itu kotor) atau binatang disembelih atas nama selain Allah’.” (QS. Al An’am: 145)

Baca Juga:  Makna Bulan Sya’ban dan Ibadah yang Disyariatkan (2)

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata;

وَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاةً مَيِّتَةً أُعْطِيَتْهَا مَوْلَاةٌ لِمَيْمُونَةَ مِنْ الصَّدَقَةِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلَّا انْتَفَعْتُمْ بِجِلْدِهَا قَالُوا إِنَّهَا مَيْتَةٌ قَالَ إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا

“Nabi Shallallahu alaihi wasallam mendapati seekor bangkai kambing yang diberikan dari shodaqah untuk maula (bekas budak) milik Maimunah, lalu Nabi bersabda; ‘Mengapa tidak kalian manfaatkan kulitnya?’. Mereka menjawab; ‘Ini adalah bangkai’, beliau bersabda; ‘Yang diharamkan hanyalah memakannya’.” (Muttafaqun alaihi)

Baca Juga:  Bagian Waris Saudari Se-Ayah dan Saudara Se-Ibu

Oleh karena itu kaum Muslimin sepakat tentang larangan memakan bangkai dalam keadaan tidak darurat.(*)