Kapan Wanita yang Nifas Memulai Shalat dan Ibadah?

MOESLIM.ID | Nifas adalah darah yang keluar dari rahim yang disebabkan melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas keluar biasanya selama 40 hari setelah melahirkan. Selama masa nifas, seorang perempuan dilarang untuk shalat, puasa, dan berhubungan intim dengan suaminya.

Bagi perempuan yang mengalami nifas maka ia diharamkan untuk melakukan ibadah shalat dan ibadah wajib lainnya, dan tidak perlu mengganti shalat yang ditinggalkannya. Namun, jika darah yang keluar sudah berhenti maka Mama harus segera mandi wajib, lantas segera menunaikan shalat di waktu itu.

Lalu, kapan wanita yang nifas mulai kembali melakukan shalat dan ibadah lainnya?. Tolak ukur wanita yang nifas wajib melaksanakan shalat kembali tergantung pada dua kondisi berikut:

  1. Jika darah nifas berhenti sebelum batas waktu maksimum keluarnya darah nifas. Maka dengan berhentinya darah nifas dan munculnya tanda suci, dia menjadi wajib shalat kembali. Karena tidak ada batasan waktu minimum untuk keluarnya darah nifas. Maka tanda sucinya adalah keringnya kemaluan atau keluar cairan bening.
  2. Jika darah nifas keluar melebihi waktu maksimum, maka melebihi waktu maksimum keluarnya darah nifas itu adalah tanda dia wajib sholat kembali. Kemudian darah yang keluar setelah itu dihukumi sebagai darah istihadhoh (penyakit).

Berapa Batas Waktu Maksimumnya?

Batasan waktu maksimum keluarnya darah nifas adalah empat puluh hari, menurut mayoritas ulama (jumhur). Sehingga darah masih keluar melebihi empat puluh hari, tak lagi dihukumi darah nifas, tetapi sebagai darah istihadhoh.

Imam Abu Isa at Tirmidzi rahimahullah menukil adanya ijmak sahabat dalam hal ini,

أجمع أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أن النفساء تقعد عن الصلاة أربعين يوماً، إلا أن ترى الطهر قبل ذلك، فتغتسل وتصلي

Pada ulama dari kalangan sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersepakat bahwa wanita yang mengalami nifas, diizinkan tidak melakukan sholat selama empat puluh hari. Kecuali jika dia suci sebelum itu, maka dia langsung mandi besar kemudian sholat.

Abu Ubaid rahimahullah mengomentari,

وعلى هذا جماعة الناس

Pendapat ini dipegang oleh sejumlah ulama.(bbs)