Rukun-Rukun Ibadah Haji yang Harus Dipenuhi

MOESLIM.ID | Rukun haji adalah syarat wajib yang harus dilakukan saat menunaikan ibadah haji. Rukun haji harus dilaksanakan, apabila ada salah satu yang tidak dilaksanakan maka ibadah hajinya tidak sah.

Berikut ini rukun-rukun ibadah haji yang harus dipenuhi oleh setiap jamaah;

1. Niat

Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus”. (QS. Al Bayyinah: 5)

Baca Juga:  Mengunjungi Universitas Islam Madinah di Dekat Masjid Nabawi

Dan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya.”

2. Wukuf di Arafah

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam:

اَلْحَجُّ عَرَفَةُ

“Haji adalah wukuf di Arafah.” (HR. Ibnu Majah no. 2441)

Juga berdasarkan hadits Ath Tha’i, ia berkata, “Aku mendatangi Rasulullah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam di Muzdalifah ketika beliau keluar untuk shalat, aku bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, aku datang dari gunung kembar Thaya, tungganganku telah kubuat lemah, dan diriku juga telah lelah, demi Allah aku tidak meninggalkan satu gunung pun kecuali aku berhenti di sana, apakah aku mendapatkan haji?’ Beliau menjawab.

Baca Juga:  Syarat Istithaah Kesehatan Sebelum Pelunasan Biaya Haji

مَنْ شَهِدَ صَلاتَنَا هَذِهِ وَوَقَفَ مَعَنَا حَتَّى نَدْفَعَ وَقَدْ وَقَفَ بِعَرَفَةَ قَبْلَ ذَلِكَ لَيْلاً أَوْ نَهَارًا فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ وَقَضَى تَفَثَهُ

“Barangsiapa yang mengikuti shalat kami (di Muzdalifah) lalu bermalam bersama kami hingga kami berangkat, dan sebelum itu dia benar-benar telah wukuf di Arafah pada malam atau siang hari, maka hajinya telah sempurna dan ia telah menghilangkan kotorannya.” (HR. At Tirmidzi: II/188, no. 892)