Sejarah Kubah Hijau di Atas Makam Nabi di Masjid Nabawi

Keberadaan kubah ini tidak pernah dikenal di zaman sahabat, tabiin maupun tabi’ tabiin, juga tidak pernah dikenal di zaman para imam madzhab, para pencatat hadis. Yang menarik, tidak kita jumpai usulan dari mereka untuk membuat kubah itu. Artinya mereka memahami, kubah itu memang tidak ada syariatnya dalam Islam. karena itu, aneh ketika ada orang yang menjadikan keberadaan kubah ini sebagai dalil pembenar membuat cungkup di atas kuburan.

Diantaranya As Shan’ani (penulis kitab Subulus Salam), beliau mengikari keberadaan kubah ini sebagai dalil. Beliau mengatakan,

Baca Juga:  Separuh Ramadhan, 8 Juta Muslim Tunaikan Umrah

Jika anda mengatakan, “Itu kuburan Rasul shallallahu alaihi wasallam dikasih kubah besar, menghabiskan banyak dana.”

Jawaban saya, “Ini kebodohan yang berlebihan dengan kondisi yang sejatinya. Kubah ini, tidak dibangun oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, tidak juga para sahabat, tabiin, tabi’ tabiin, maupun para ulama umat ini. Kubah yang dibangun di atas makam Nabi shallallahu alaihi wasallam merupakan proyek sebagian raja mesir belakangan, yaitu Qalawun As Shalihi, yang dikenal dengan Raja Al Manshur, pada tahun 678 H.” (Thathir I’tiqad, hlm. 46)

Baca Juga:  Bus Shalawat Tetap Beroperasi Hingga Akhir Operasional Haji

Allahu a’lam.(konsultasisyariah.com)

Referensi Lainnya, klik: https://www.jabarnews.com