Shafa dan Marwah, Simbol Kesabaran dan Tawakkal

MOESLIM.ID | Shafa dan Marwah (Arab: الصفا As Shofa ; المروة Al Marwah) adalah dua bukit yang terletak di Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi tempat melaksanakan ibadah sa’i dalam ibadah haji dan umrah.

Dalam tradisi Islam, nabi Ibrahim alaihissalam diperintah Allah untuk meninggalkan isterinya Hajar di gurun bersama puteranya Ismail yang masih bayi dengan perbekalan sebagai ujian bagi keimanannya.

Seperti diketahui, nabi Ibrahim alaihissalam memiliki dua orang istri, yakni Sarah dan Hajar. Namun, ketika Hajar memiliki putra (Ismail), timbul kecemburuan dalam diri Sarah.

Sarah meminta kepada nabi Ibrahim alaihissalam agar antara dirinya dan Hajar segera dipisahkan. Sarah tidak mau hidup bersama dalam satu negeri dengan Hajar. Waktu itu, Nabi Ibrahim tinggal di Hebron, Palestina.

Baca Juga:  Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Haji 1445 H, Cek!

Kemudian, turunlah wahyu kepada nabi Ibrahim supaya Ia bersama-sama dengan anak dan istrinya (Ismail dan Hajar) pergi ke Mekah.

Di waktu itu, Mekah belum didiami manusia, hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air. Di tempat inilah, keduanya ditinggalkan nabi Ibrahim.

Saat perbekalan tersebut habis, Hajar mencari bantuan. Ia meninggalkan bayinya di tanah yang sekarang menjadi sumur Zamzam.

Berharap untuk dapat memperoleh air ia mendaki bukit terdekat, Shafa, untuk melihat barangkali saja ada pertolongan atau air di dekat situ.

Baca Juga:  Kabar Gembira, Haji Indonesia Dapat Tambahan Kuota

Saat ia tidak melihat siapapun di sana, ia pindah ke bukit lainnya, Marwah, agar bisa melihat ke tempat lebih luas.

Tetapi dari bukit itu pun tak tampak apa yang dicarinya sehingga ia terus bolak-balik sambil berlari di atas panasnya pasir gurun sampai tujuh kali balikan.

Saat ia kembali kepada anaknya Ismail, ia melihat air telah memancar dari tanah di dekat kaki bayi yang sedang menangis itu.

Umat Islam percaya bahwa saat itu Allah telah mengutus malaikat Jibril untuk memunculkan air di sana.

Di lokasi ini pula, Hajar mendengar suara malaikat Jibril dan berkata kepadanya, “Jangan khawatir, di sini Baitullah (rumah Allah) dan anak ini (Ismail) serta ayahnya akan mendirikan rumah itu nanti. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya”.

Saat melihat air memancar, Hajar menampungnya dalam pasir dan batu sambil berucap terhadap air itu “berkumpulah, berkumpulah” yang dalam bahasa Arabnya disebut Zamzam, adalah ungkapan yang diucapkan berulang-ulang oleh Hajar saat berupaya menampung air itu.

Baca Juga:  Polri Kirim 31 Personel ke Arab Saudi Sebagai Petugas Haji 2023

Daerah di sekitar munculnya air tersebut, yang kemudian berubah menjadi sumur, dijadikan tempat beristirahat bagi para kafilah, dan selanjutnya berkembang menjadi kota Mekkah tempat lahir Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.(bbs)