Mencicipi Hidangan Spesial Khas Negara Uzbekistan

MOESLIM.ID | Masakan Uzbekistan didominasi oleh pertanian lokal seperti di kebanyakan negara. Ada banyak ladang gandum di Uzbekistan, sehingga roti dan mie menjadi makanan pokok di negara ini.

Masakan Uzbekistan sendiri dicirikan sebagai “kaya akan mie”. Daging domba adalah jenis daging yang populer karena banyaknya ternak domba di negara ini dan merupakan bagian dari berbagai hidangan Uzbekistan.

Kuliner khas Uzbekistan adalah palov (plov atau osh atau “pilaf”), yakni hidangan utama yang biasanya dibuat dengan nasi, potongan daging, parutan wortel dan bawang bombai. Hidangan ini biasanya dimasak di kazan (atau deghi) di atas api terbuka; kacang arab, kismis, berberis, atau buah-buahan dapat ditambahkan untuk variasi.

Meskipun sering dibuat oleh ibu rumah tangga untuk keluarga dan tamu, palov juga dibuat pada kesempatan khusus oleh para oshpaz yang memasak hidangan nasional ini di atas api terbuka, dan terkadang mereka menyajikan hidangan untuk porsi 1.000 orang dari satu kaldron pada hari libur atau perayaan seperti helatan pernikahan.

Oshi nahor atau “plov pagi” disajikan pada pagi hari (antara jam 6 hingga 9 waktu setempat) saat pertemuan besar, seperti saat dihelatnya perayaan pernikahan.

Hidangan nasional penting lainnya meliputi: shurpa (shurva atau shorva), sup yang terbuat dari potongan-potongan besar daging (biasanya daging domba) dan sayuran segar, norin dan lagman, hidangan berbasis mie yang dapat disajikan sebagai sup atau hidangan utama, manti (juga disebut qasqoni), chuchvara, dan somsa, adonan pastri yang diberi isian dan disajikan sebagai hidangan pembuka atau hidangan utama; dimlama (rebusan daging dan sayuran) dan berbagai kebab, biasanya disajikan sebagai hidangan utama.

Teh hijau adalah minuman panas yang disajikan sepanjang hari; kedai teh (chaikhana) merupakan bagian penting dari budaya Uzbekistan. Teh hitam lebih disukai di Tashkent. Keduanya biasanya diminum tanpa susu atau gula.

Teh selalu menemani waktu makan, tetapi juga diminum sebagai jamuan untuk para tamu. Ayran dan minuman yogurt dingin populer pada musim panas, namun tidak dapat menggantikan teh panas.

Roti tradisional Uzbekistan yang umumnya disebut noni atau patyr dipanggang dalam bentuk datar melingkar (bahasa rusia: lepyoshka). Setiap wilayah memiliki jenis non berbeda, yang paling menonjol diantaranya:

  • Obi non adalah roti pokok dari masakan Uzbekistan. Obi non disebut dalam salah satu karya tulis tertua, Epos Gilgames. Obi non dipanggang dalam oven tanah liat yang disebut tandir.
  • Samarkand non. Di daerah lainnya di Uzbekistan, obi non dipanggang dengan cara yang berbeda. Di Samarkand, obi non yang tebal dan berukuran kecil bernama shirma non adalah yang paling populer.
  • Bukhara obi non ditaburi dengan wijen atau nigella, menghasilkan aroma yang lembut.
  • Wedding patir dari Andijan dan Qashqadaryo. Menurut tradisi kuno, roti aromatik ini diolah dengan krim dan mentega, serta disajikan selama pertemuan perjodohan.
  • Tashkent lochira, obi non datar, dipanggang dari pastri (susu, mentega, dan gula). Jirish non roti khusus yang dipersiapkan dari tepung yang dicampur dengan gandum. Suku-suku nomaden tidak membuat tandir karena cara hidup mereka, tapi memasak roti mentega di kazan (kaldron), dan menyiapkan adonan dengan dasar susu.