
Laporan Kebebasan Beragama Internasional menyatakan bahwa pemerintah Angola secara selektif menutup masjid, sekolah, dan pusat komunitas. Pejabat Angola membantah bahwa pemerintah memiliki kebijakan untuk menutup masjid, namun ada laporan tentang otoritas lokal yang menutup masjid atau mencegah pembangunannya pada beberapa kesempatan.
Pada bulan Juli 2010, pelaku pembakaran yang tidak dikenal membakar sebuah masjid di Huambo , menyebabkan kerusakan yang luas. Seorang pemimpin Muslim kemudian mengatakan bahwa masjid tersebut dibakar “sehari setelah pihak berwenang memperingatkan kami bahwa kami seharusnya tidak membangun masjid di tempat kami membangunnya dan bahwa masjid tersebut harus dibangun di tempat lain”.
Pada tanggal 4 September 2010, pihak berwenang menutup sebuah masjid di Cazenga tanpa pemberitahuan atau alasan sebelumnya. Masjid tersebut dibuka kembali sebulan kemudian.
Pada bulan November 2011, pihak berwenang Angola merobohkan sebuah bangunan yang digunakan sebagai masjid di Cacuaco tanpa pemberitahuan dan tanpa perintah pelanggaran tertulis.
Pada bulan Desember 2011, sebuah kelompok Muslim di Provinsi Malanje membeli sebidang tanah, dan mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin membangun masjid. Kelompok Muslim tersebut berulang kali meminta pihak berwenang untuk mengabulkan atau menolak permohonan tersebut, tetapi tidak mendapat tanggapan.








