
Setelah menunggu beberapa bulan, ketika kelompok Muslim tersebut mulai membangun, pihak berwenang Angola datang dan menghancurkan fondasi masjid. Pihak berwenang tidak memberikan penolakan permohonan, atau surat peringatan atas pelanggaran tersebut.
Pada Januari 2012, pemerintah Angola mencegah umat Muslim membangun masjid di Dundo, Provinsi Lunda Norte, meskipun kelompok Muslim tersebut memiliki izin untuk melakukannya.
Pada Mei 2012, polisi merantai pintu sebuah bangunan yang digunakan umat Muslim sebagai masjid dan menyuruh mereka untuk berhenti shalat di sana. Para pemimpin Muslim menulis surat sebagai tanggapan, tetapi tidak mendapat balasan.
Menurut Komunitas Islam Angola, total 60 masjid, sebagian besar di luar Luanda, telah ditutup pada tahun 2013. Voice of America melaporkan melihat sebuah video yang menunjukkan penghancuran sebuah masjid di Saurimo. Saat ini umat Islam secara de facto dilarang mendapatkan izin untuk beribadah atau membangun masjid.
Pada bulan November 2013, beberapa sumber media melaporkan bahwa Islam dan sistem kepercayaan lain yang dianggap bertentangan dengan budaya negara telah dilarang di Angola. Namun, laporan tersebut kemudian dibantah oleh pemerintah setelah mendapat sorotan.








