
Setelah Guinea memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1958, Ahmed Sékou Touré, presiden pertama Guinea yang beragama Marxis, berusaha mengurangi pengaruh Islam.
Namun karena popularitasnya menurun, pada tahun 1970-an ia berupaya “untuk memanfaatkan lembaga-lembaga Muslim untuk melegitimasi pemerintahannya”.
Touré membangun Masjid Agung di ibu kota Conakry, dengan dana dari Raja Saudi Fahd masjid ini dibuka pada tahun 1982. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Afrika Barat, dengan aula dalam yang dapat menampung 10.000 orang.
Kurikulum pendidikan wajib tidak mencakup studi agama, tetapi terdapat banyak sekolah Islam di seluruh negeri, khususnya di Fouta Djallon.
Beberapa madrasah mendapat dukungan finansial dari Arab Saudi, Kuwait dan negara-negara Teluk lainnya.(*)








