Islam di Mozambik Minoritas, Hanya 20 Persen Dari Populasi

Islam di Mozambik
Islam di Mozambik. (Foto: Net)

Baru setelah dimulainya Perang Pembebasan, negara menurunkan penentangannya terhadap Islam dan mencoba mengakomodasi agama tersebut, untuk menghindari aliansi antara umat Islam dan gerakan pembebasan yang membangkang.

Pada tahun 1975, kemerdekaan Mozambik di bawah rezim sekuler memperburuk kondisi bagi umat Muslim dan pemerintah baru melarang beberapa asosiasi Muslim pada Agustus 1976.

Pada tahun 1980, mahasiswa Muslim Mozambik di pengasingan di Dar es Salaam mengecam penindasan terhadap Islam di tanah air. Renamo didukung oleh Arab Saudi dan Oman karena perlakuan Mozambik terhadap umat Muslimnya.

Baca Juga:  Muslim di Andorra Hadapi Tantangan Ruang Untuk Ibadah

Sejak kedatangan Islam di wilayah tersebut, tingkat melek huruf di kalangan penduduk setempat melalui penggunaan aksara Arab telah meningkat pada akhir abad ke-19.

Penggunaan aksara tersebut sering digunakan untuk urusan sekuler seperti mencatat transaksi bisnis, menulis sejarah lokal atau menciptakan karya sastra. Aksara tersebut digunakan oleh berbagai kelompok termasuk orang Swahili, orang Afrika non-Swahili, non-Muslim, dan perempuan.(*)