Menyelesaikan Perselisihan Antara Suami Istri Sesuai Syariat Islam

Menyelesaikan perselisihan antara suami istri.

MOESLIM.ID | Ketika muncul perselisihan dan perbuatan nusyuz dalam sebuah rumah tangga, maka talak atau mengancam untuk talak bukanlah solusi dari penyelesaian masalah.

Faktor yang paling penting dalam penyelesaian masalah adalah sabar dan menahan diri, serta mengetahui dan memahami perbedaan dalam pola berfikir, dan perbedaan watak yang disertai dengan batasan toleransi dan tidak terlalu ambil pusing pada sebagian besar permasalahan yang ada.

Kemashlahatan dan kebaikan tidak selalu terwujud dari hal-hal yang disukai dan dicenderungi, akan tetapi kadang justru kemashlahatan dan kebaikan itu muncul dari hal yang tidak disukai dan dicondongi.

Baca Juga:  Enam Bulan Ditinggal Suami, Istri Berhak Gugat Cerai

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ ۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا .

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa: 19)

Akan tetapi, ketika mulai tampak kekurangan dan muncul tindakan yang mengarah pada kebebasan, tampak dari wanita (istri) perbuatan nusyuz, sombong, mulai mengabaikan tugasnya.

Baca Juga:  Hukum Mencukur Alis Mata Bagi Wanita dan Pria

Di mana nampak tanda-tanda menjauh dan mulai meremehkan hak-hak suami serta mengingkari keutamaan-keutamaan suami, maka solusi permasalah ini dalam ajaran islam yang benar, bukanlah mengucapkan talak, baik secara terus terang maupun sindiran.