Kisah Abu Muslim Al Khaulani dan Keteguhan Imannya (3)

Ilustrasi orang arab. (Foto: Net)

Moeslim.id | Pernah Abu Muslim Al Khaulani mendatangi Mu’awiyah yang sedang duduk di tengah pertemuan. Ia dikelilingi oleh para pejabat, panglima perang, dan tokoh-tokoh kaum. Ia melihat betapa orang-orang menghormati dan menyanjung Mu’awiyah secara berlebihan.

Abu Muslim Al Khaulani khawatir hal itu akan merusak keimanan Amirul Mu’minin, sehingga didahuluinya memberi salam; “Assalamu alaika ya ajiral (pelayan) mu’minin”. Spontan orang-orang menegurnya; “Katakanlah amirul Mu’minin (pemimpin) mukminin”.

Ia tak mempedulikan tanggapan mereka dan bahkan mengulangi salamnya; “Assalamu alaika ya ajiral (pelayan) mu’minin”. Orang-orang berkata; “Amirul Mu’minin, wahai Abu Muslim”. Ia tetap pada pendiriannya berkata; “Assalamu alaika ya ajiral mu’minin”.

Baca Juga:  Isteri Nabi Luth yang Berkhianat, Jadi Penghuni Neraka

Tatkala orang-orang mulai mengecamnya, ia berkata; “Anda adalah orang yang diangkat Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai pejabat bagi umat, seumpama orang yang disewa untuk mengurus ternak-ternaknya. Dia akan diberi upah besar, jika mengurus peternakan itu dengan baik dan rajin merawat sehingga yang kecil menjadi besar, yang kurus menjadi gemuk dan yang sakit menjadi sehat. Tetapi jika teledor, tidak mengurusnya dengan baik, sehingga ternak-ternak itu kurus kering lalu mati, susut hasil bulu dan susunya, maka dia tak akan diberi upah, bahkan akan menerima murka dan hukuman. Oleh karena itu Anda, wahai Mu’awiyah, boleh memilih mana yang baik bagi Anda dan lupa mana yang Anda kehendaki”.

Baca Juga:  Kisah Kontroversi Hajjaj Bin Yusuf Ats Tsaqafi (1)

Khalifah duduk mendengarkan kemudian mengangkat kepala seraya berkata; “Semoga Allah membalas Anda dengan yang lebih baik atas perhatian Anda kepada kami dan juga rakyat. Kami mengenal Anda yang selalu memberikan nasihat karena Allah dan rasul-Nya dan bagi kebaikan kaum muslimin”.