Kisah Abu Muslim Al Khaulani dan Keteguhan Imannya (3)

Ilustrasi orang arab. (Foto: Net)

Contoh yang lain, ketika Mu’awiyah kembali tampil di mimbar untuk berkhutbah, beliau menunda pembagian harta untuk masyarakat dua bulan kedepan. Abu Muslim menegurnya: “Wahai Mu’awiyah harta ini bukanlah harta Anda ataupun harta ayah-ibu Anda. Mengapa Anda menahannya begitu lama dari orang-orang?”

Tanda kemarahan nampak tersirat pada wajah Mu’awiyah. Orang-orang menunggu apa yang hendak dilakukannya. Dia memberi isyarat agar orang-orang tetap di tempat masing-masing, sementara dia sendiri turun dari mimbar, berwudhu kemudian menyiram tubuhnya lalu naik lagi ke mimbar.

Baca Juga:  Inilah Keistimewaan Negeri Syam yang Luar Biasa (2)

Kemudian beliau mengucapkan tahmid dan tasbih dan berkata; “Tadi Abu Muslim mengingatkan bahwa harta ini bukanlah hartaku atau harta ayah bundaku. Sungguh tak ada yang salah pada kata-kata itu. Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda; ‘Marah itu berasal dari setan dan setan berasal dari api, maka apabila salah satu dari kalian marah, hendaklah segera mandi’. Wahai saudara-saudara pergilah kalian mengambil hak kalian dengan berkah Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Semoga Allah membalas kebaikan Abu Muslim Al Khaulani yang mampu menjadi teladan yang baik dalam menyampaikan kebenaran. Semoga Allah melimpahkan rahmat serta ridha-Nya kepada Amirul Mu’minin Mu’awiyah bin Abi Sufyan karena dia memberi teladan kepada para penguasa tentang bagaimana menerima kebenaran dan tunduk kepada kalimat yang benar.(*)