Kisah Perjuangan Qutaibah Bin Muslim Al Bahili (2)

Ilustrasi lelaki penunggang kuda. (Foto: Net)

Setelah itu Taidzar berkata; “Saya membawa berita untuk Anda wahai Amir”. Qutaibah berkata; “Katakanlah”.

Taidzar berkata; “Sesungguhnya Amirul mu’minin di Damaskus telah memecat Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi dan beberapa perwira pengikutnya, sedangkan Anda adalah satu di antara anak buahnya. Ia juga telah mengganti mereka dengan pemimpin-pemimpin yang baru dalam angkatan bersenjatanya. Mereka saat ini sudah banyak yang dikirim ke pos-pos baru masing-masing dan bisa jadi pengganti Anda akan datang setiap saat, siang ataupun malam. Menurut hemat saya, lebih baik pasukan Anda ditarik saja dari negeri ini dan Anda kembali ke Marwa untuk memikirkan kembali siasat yang jauh dari medan perang”.

Baca Juga:  Kisah Abu Ubaidah Ibnu Jarrah dan Ikan Besar

Belum lagi Taidzar menghentikan ocehannya, Qutaibah memanggil pengawalnya bernama Siyah lalu ia katakan; “Wahai Siyah, penggal leher pengkhianat ini!”.

Selanjutnya Siyah memenggal leher Taidzar, lalu kembali ke tempatnya semula. Qutaibah menoleh kepada Dzirar bin Hushain dan berkata; “Di bumi ini tidak ada orang lain yang mendengar tentang berita baru kecuali engkau dan aku. Aku bersumpah dengan nama Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, bila berita ini sampai ke telinga orang lain sebelum perang selesai akan aku susulkan engkau kepada pengkhianat murahan ini. Oleh sebab itu, jika engkau masih sayang kepada dirimu, jagalah dirimu, jagalah lidahmu. Ketahuilah bahwa bila berita ini tersebar kepada pasukan kita, maka akan menjatuhkan mental juang mereka”.

Baca Juga:  Kisah Nabi Sulaiman Menyembelih Kuda Karena Allah

Orang-orang dipanggil kembali. Tatkala mereka melihat Taidzar tergeletak berlumuran darah, mereka terkesiap keheranan.

Qutaibah berkata; “Apa yang mengejutkan kalian dari kematian seorang pengkhianat dan pendusta ini?”. Mereka berkata; “Kami sangka dia pembela Islam”.