
Qutaibah berkata; “Bahkan dia adalah pengkhianat kaum muslimin, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas pengkhianatannya itu”.
Lalu ia berteriak lantang; “Sekarang berangkatlah kalian untuk menghancurkan musuh-musuh kalian. Hadapilah mereka dengan hati dan tekad yang baru”.
Dengan patuh pasukan itu melaksanakan perintah panglimanya, Qutaibah bin Muslim. Mereka bersiaga menghadapi musuh di tapal batas. Hanya saja, ketika dua kubu telah berhadapan, pasukan Islam melihat banyaknya musuh dan lengkapnya persenjataan mereka, maka ketakutan mulai menjalar.
Qutaibah bisa merasakan apa yang berkecamuk dalam hati para prajuritnya. Maka ia segera berkeliling dari satu kompi ke kompi yang lain untuk membangkitkan semangat mereka.
Kemudian ia memandang ke kanan dan kiri seraya bertanya; “Di mana Muhammad bin Waasi Al Uzdi?. Mereka menjawab; “Ia di barisan sebelah kanan, wahai amir”.








