Kisah Zainul Abidin Ali, Cucu Ali Bin Abi Thalib

Unta di padang pasir
Unta di padang pasir. (Foto: Net)

Moeslim.id | Ketika runtuhnya kekaisaran Persia. Yazdajird, kaisar terakhir Persia meninggal di pengasingan, sementara seluruh harta, prajurit dan kerabat istana menjadi tawanan kaum muslimin. Semuanya diangkut ke Madinah Al Munawarah.

Kemenangan kaum muslimin itu menghasilkan tawanan yang berjumlah banyak, dari kalangan terhormat dan belum pernah penduduk Madinah melihat hasil ghanimah sebanyak dan begitu berharga seperti itu. Di antara para tawanan tersebut terdapat pula tiga orang putri kaisar Yazdajird.

Orang-orang memperhatikan para tawanan tersebut dan beberapa saat kemudian sebagian mereka ikut membelinya, sedangkan bayarannya dimasukkan ke baitul maal kaum muslimin. Tidak ada lagi yang tertinggal selain para putri kaisar yang sangat jelita lagi masih belia.

Baca Juga:  Kisah Al Hajjaj Ats Tsaqafi dan Penolong Misterius

Ketika ditawarkan untuk dijual, mereka semua tertunduk ke bumi merasa hina dan rendah. Air mata meleleh dari kedua pipi mereka.

Ali bin Abi Thalib merasa iba melihatnya dan berharap semoga orang yang akan membeli para putri itu adalah orang yang bisa menghargai martabat mereka dan sanggup memelihara mereka dengan baik, sebab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda; “Kasihanilah para bangsawan yang terhina“.