
“Alhamdulillah yang satu sudah kuliah, dan satunya lagi masih SMP,” sambung Maria.
Ia meyakini bahwa rezeki selalu menghampiri sejak ia dan suaminya memantapkan niat mulia untuk berangkat haji ke Tanah Suci.
“Setelah mendaftar (haji) itu kan, uang hasil penjualan tetap kami tabung untuk pelunasan nanti. Tapi kalau ada keperluan anak kuliah, ya kami pakai dulu uangnya. Alhamdulillah kalau kita sudah berniat, pasti ada terus rezekinya,” cerita Maria di sela-sela melayani pembeli.
Sebelum berjualan es kelapa, Maria mengaku ia dan suaminya bekerja tidak menentu (serabutan). Namun ia bertekad akan mendaftar haji jika kondisi finansialnya sudah mulai membaik.
“Dulu waktu masih kerja tak menentu, saya pernah bilang ke diri sendiri, pokoknya kalau saya punya duit, dikasih Allah rezeki lebih, saya tak mau beli mobil, saya mau daftar haji dulu. Alhamdulillah akhirnya diijabah oleh Allah,” ujar Maria dengan logat Palembang-nya yang khas.








