Perang Uhud, Dendam Kaum Kafir Pada Kekalahan Badar (2)

Ilustrasi perang Uhud. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Melanjutkan tulisan sebelumnya dengan judul Perang Uhud, Dendam Kaum Kafir Pada Kekalahan Badar (1), berikut kisah selengkapnya;

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

وَرَأَيْتُ أَنِّي فِي دِرْعٍ حَصِينَةٍ فَأَوَّلْتُهَا الْمَدِينَةَ

“Dan aku melihat diriku berada dalam baju besi yang kuat. Baju besi yang kuat ini saya takwilkan Madinah”. (HR. Ahmad, Al Fathur Rabbani, 21/50)

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menakwilkan mimpinya dengan kekalahan dan kematian yang akan terjadi dalam Perang Uhud.

Saat mengetahui kedatangan Quraisy untuk menyerbu kaum Muslimin di Madinah, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengajak para Sahabat bermusyawarah untuk mengambil tindakan terbaik. Apakah mereka tetap tinggal di Madinah menunggu dan menyambut musuh di kota Madinah ataukah mereka akan melawan musuh di luar Madinah.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam kemudian mengajak para Sahabat bertahan di Madinah dan melakukan perang kota, namun sekelompok kaum Anshar mengatakan, “Wahai Nabiyullah, sesungguhnya kami benci berperang di jalan kota Madinah. Pada jaman jahiliyah kami telah berusaha menghindari peperangan dalam kota, maka setelah Islam kita lebih berhak untuk menghindarinya. Cegatlah mereka di luar Madinah”.