
“Oleh karena itu, ini adalah sebuah program yang mengombinasi antara penguatan kerohanian dari para mualaf sekaligus sesuai tema yang diangkat adalah menguatkan atau memberdayakan mualaf dari aspek ekonominya,” tuturnya.
Kegiatan perdana tersebut akan digelar pada 18–20 September 2026 di Villa Bukit Pinus, Kampung Legok Nyenang, Caringin, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 40 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti kegiatan yang memadukan pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi tersebut.
Melalui pendekatan tersebut, Bootcamp Muharrik Mualaf tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pemahaman keislaman peserta. LP2M MUI Pusat juga mendorong para mualaf agar mampu menjadi muharrik, atau penggerak, yang menghadirkan manfaat bagi sesama dan masyarakat.
Kiai Arif pun menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Bootcamp Muharrik Mualaf 2026. Ia berharap kegiatan perdana tersebut tidak berhenti sebagai program satu kali, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
“Maka dari itu kami sebagai pimpinan di Majelis Ulama Indonesia sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Bootcamp Mualaf Muharrik tahun 2026 ini dan semoga tidak hanya berhenti di sini, tapi setiap tahun dan setiap waktu akan terus berlanjut dan berkesinambungan,” pungkasnya.(*)








