BRIN Ulas Komodifikasi Kesalehan Islam Dalam Politik

Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Net)

Moeslim.id | Komodifikasi kesalehan islam bertujuan untuk meningkatkan nilai pertukaran atau pemasaran kandidat politik. Fenomena tersebut mirip dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada pemilu 2024 kali ini.

Kesalehan islam kini menjadi instrumen politik. Islam bukan hanya sistem kepercayaan dan praktik keagamaan, namun juga komunitas politik. Sehingga itu bisa menjadi komodifikasi oleh politisi selama kontestasi politik.

Komodifikasi itu secara singkat adalah transformasi nilai guna menjadi nilai tukar, nilai guna ini adalah kesalehan islam religiusitas atau kesalehan atau ketakwaan yang dijadikan nilai tukarnya dalam konteks kontestasi politik.

Baca Juga:  Sebuah Pengakuan Kemerdekaan Berbalut Persaudaraan Islam

Dalam konteks elektoral, komodifikasi kesan Islam yang dilakukan oleh aktor politik, di mana dirinya ingin menggambarkan aktor politik itu melakukan komodifikasi kesalehan islam selama kontestasi Pemilu 2019.

Pada masa tenang kampanye Pemilu 2019 proses pencarian data tetap dilakukan. Karena masa tenang menurutnya biasanya digunakan untuk merayu para pemilih dengan pesan-pesan yang secara eksplisit tidak langsung.