Menengok Madrasah Anak Berkebutuhan Khusus di Aceh

Madrasah Anak Berkebutuhan Khusus di Aceh. (Foto: Kemenag)

MOESLIM.ID | Kepala Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) 9 Banda Aceh, yang merupakan sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Umiyani adalah seorang gadis berusia 24 tahun.

Umiyani mengungkapkan, semua anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang sama. Kendati tidak semua perlakuan sama antara anak biasa dengan anak berkebutuhan khusus. Sebab, kondisi khusus tersebut berbeda-beda, sehingga diperlukan kesabaran tinggi untuk treatmen masing-masing anak sesuai kebutuhannya.

“Meski belum memiliki tenaga pengajar yang khusus untuk ABK, kami tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk semua anak didik, terutama ABK. Kami berkeyakinan mendidik dengan hati merupakan yang hal yang paling dibutuhkan,” tambah Umiyati.

Baca Juga:  Kedudukan Wanita (2): Ketika Menjadi Seorang Ibu

Salah seorang wali siswa ABK, Yusmiati dengan mata berkaca-kaca menceritakan bagaimana perjuangan putri bungsunya selama menjadi salah satu siswa di MIN 9 Banda Aceh.

“Awal masuk ke Madrasah ini anak saya dalam kondisi tidak bisa berjalan karena sendinya lemas lunglai. Saat itu, kami pasrah tapi mencoba untuk ikhtiar memberikan kesempatan pendidikan untuk anak kami,” ungkap Yusmiati.