
“Kepercayaan satu juta pengguna menunjukkan bahwa umat membutuhkan Al Qur’an digital yang resmi, kredibel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.
Menurutnya, kehadiran fitur-fitur baru tersebut memperkuat peran Quran Kemenag tidak hanya sebagai aplikasi baca, tetapi juga sebagai media pembelajaran Al Qur’an yang inklusif dan mencerahkan.
Menutup 2025, capaian ini menjadi momentum refleksi dan syukur atas ni‘mat Allah Ta’ala. Ke depan, Kementerian Agama melalui LPMQ berkomitmen untuk terus meningkatkan khidmat kepada Al Qur’an melalui inovasi berkelanjutan, agar Quran Kemenag senantiasa menjadi pilihan utama umat dalam berinteraksi dengan Kitab Suci.(*)








