Cara Membersihkan Najis yang Sedang (Mutawashitah)

MOESLIM.ID | Najis Mutawashitah ialah najis yang sedang atau pertengahan. Cara membersihkan najasah mutawashitah yaitu yang bukan termasuk kedua jenis najis yang telah dibahas sebelumnya (najis tsaqilah dan najis mukhaffah). Misalnya air kencing secara umum, kotoran manusia (feces), bangkai, darah haid, dan lainnya.

Maka cara membersihkannya bisa dengan berbagai cara yang bisa menghilangkan semua najisnya hingga tidak tersisa warna, bau dan rasanya. Bisa dengan menyiramnya, atau membasuhnya, atau mencucinya, atau menyikatnya, atau menggunakan sabun, atau menggunakan alat-alat kebersihan.

Baca Juga:  Apa yang Dilakukan Jemaah Haji Pada Hari Tarwiyah?

Syaikh As Sa’di menjelaskan: “Najasah (mutawashitah) ketika ia bisa hilang dengan cara apapun, dengan alat apapun, maka itu sudah cukup untuk mensucikannya. Tanpa disyaratkan adanya jumlah bilangan dan tidak harus menggunakan air. Ini yang ditunjukkan oleh zhahir nash dalil-dalil. Karena syariat dalam hal ini hanya memerintahkan untuk menghilangkan najis. Dan najis itu terkadang hilang dengan menggunakan air, kadang dengan membasuhnya, kadang dengan istijmar (menggunakan batu, kayu atau semisalnya), dan terkadang dengan cara yang lain. Dan syariat tidak memerintahkan untuk menghilangkan najis sebanyak tujuh kali, kecuali najis anjing. Sebagaimana juga pendapat ini juga merupakan kelaziman dari nash dalil-dalil syar’i, karena pendapat ini memiliki kesesuaian yang tinggi dengan nash. Karena penghilangan najis itu adalah penghilangan sesuatu yang mahsuusah (bisa diindera)”. (Irsyad Ulil Bashair wal Albab li Nailil Fiqhi, 21).

Baca Juga:  Tiga Syarat Utama Agar Do'amu Dikabulkan, Apa Sajakah?

Demikian pembahasan tentang cara membersihkan najis. Semoga bermanfaat. Wallahu Ta’ala a’lam.(muslim.or.id)

Referensi Lainnya, klik: https://www.jabarnews.com