Inilah Penyebab Seseorang Kerasukan Setan Atau Terkena Sihir

Ilustrasi kerasukan syetan. (Foto: wallpaperbetter.com)

Di antara kemampuan jin atau syetan adalah dapat menyusup atau masuk melalui aliran darah pada manusia secara zhahirnya atau tekstualnya. Allah telah memberikan pada setan kekuatan dan kemampuan sehingga bisa mengalir atau menyusup dalam tubuh manusia melalui darahnya.

Penyebabnya adalah karena manusia lalai dari dzikrullah (mengingat Allah), dan tidak memperhatikan perihal ketaatannya kepada-Nya dan juga dzikir-dzikir syar’i. Adapun bila seseorang biasa membaca dzikir-dzikir syar’i dan bacaan-bacaan yang mengandung permohonan perlindungan yang syar’i, dan ia juga istiqamah di atas ketaatan Allah Azza wa Jalla, maka biasanya ia akan selamat dari hal-hal tersebut.

Syetan tidak punya kuasa untuk bisa menguasai dirinya. Namun bila ia bermaksiat dan lalai dari mengingat Allâh Azza wa Jalla, ia akan mudah terkena gangguan syaitan dan godaannya. Adapun terapinya yaitu dengan memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan, bersungguh-sungguh dalam mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan memohon kepada-Nya agar diberi keselamatan serta memperbanyak memohon perlindungan kepada Allah Azza wa Jalla dari gangguan syaitan yang terkutuk.

Sampaipun saat seseorang merasa ada bisikan dan gangguan ketika shalat, ia pun meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari gangguan syaitan dengan berucap: Auudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim; dan meniup dengan sedikit ludah (bila tidak mengganggu yang lain) ke arah kiri tiga kali. Dan gangguan pun akan hilang.

Baca Juga:  Tips Bersosial Media yang Baik dan Berpahala

Yang kami maksudkan di sini adalah, bahwa terapi untuk bisikan dan gangguan yang menimpa seseorang yaitu dengan meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, juga bersungguh-sungguh dalam taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta memperbanyak membaca Al Quran. Ini semua merupakan sebab-sebab yang mendatangkan keselamatan.

Ada dzikir-dzikir yang diajarkan dalam syariat kita, di antaranya adalah dengan kontinyu membaca ayat Kursi ketika hendak tidur, juga setelah shalat seusai dzikir-dzikir syar’i setelah shalat. Di antaranya juga dengan membaca Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas (mu’awwidzatain) setelah setiap shalat, dan mengulangnya tiga kali di pagi dan sore hari, dan juga membaca tiga surat tersebut saat hendak tidur; maka itu akan bisa menjaganya dari segala (gangguan).

Baca Juga:  Tawakkal Kepada Allah, Kunci Dibukanya Pintu Rizki

Di antaranya juga dengan membaca dua ayat terakhir dari Surat Al Baqarah hingga akhir ayat Surat.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخر سُورَةِ البَقَرَةِ في لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir Surat Al Baqarah pada malam hari, maka itu akan mencukupinya”. (HR. Bukhari: 4008 dan Muslim: 807). Artinya mencukupinya (menjauhkannya) dari segala keburukan.

Di antara cara mengobatinya adalah dengan membaca:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Baca Juga:  Tips Selalu Romantis Pasangan Suami Istri Ala Rasulullah

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang Dia ciptakan”. (Dzikir ini dibaca tiga kali)

Juga dengan membaca:

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

“Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatupun yang bisa membahayakan, baik di bumi maupun di langit; dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Dzikir ini dibaca tiga kali)

Dan telah sah dari Nabi Shallallahu alaihi wasalam bahwa barangsiapa yang mengucapkannya pada pagi hari, maka tak ada sesuatupun yang bisa membahayakannya,  hingga ia masuk petang hari. Dan barangsiapa yang mengucapkannya pada petang hari, maka tidak ada sesuatupun yang bisa membahayakannya sampai ia masuk waktu pagi.

Seseorang melakukan hal-hal tersebut, membaca doa-doa dan dzikir-dzikir yang diajarkan syariat ini, dan iapun akan mendapatkan kebaikan insya Allah.(yhd)