
Di antara contoh penerapan metode ini adalah surat Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada Raja Romawi, Heraklius. Beliau mengatakan;
أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الْإِسْلَامِ أَسْلِمْ تَسْلَمْ يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الْأَرِيسِيِّينَ
“Amma ba’du, Sesungguhnya aku menyerumu dengan seruan Islam. Berislamlah, maka engkau akan selamat dan Allah akan melipatgandakan pahalamu dua kali. Namun jika engkau berpaling, engkau akan menanggung dosa para pengikutmu”. (HR. Bukhari no. 7)
Nabi shallallahu alaihi wasallam mengumpulkan dalam perkataannya ini metode targhib dan tarhib. (Fathul Bari: I/39).
Bersambung..








