Memaknai Bulan Rajab, Berikut Kedudukan dan Keutamaannya

Makna dan keutamaan bulan haram
Makna dan keutamaan bulan haram. (Foto: Net)

Moeslim.id | Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmah-Nya memilih dan mengistimewakan sebagian makhluk-Nya dan memutuskan pada mereka sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak ada siapapun yang mampu menghadang keputusan-Nya.

Dan di antara hikmah-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan bulan-bulan dalam setahun  berjumlah sebanyak dua belas bulan. Dua belas bulan itu adalah Muharram, Shafar Rabi’ul Awwal, Rabi Tsani, Jumadil Ula, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, dan Dzulqa’dah serta Dzulhijjah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan musim-musim kebaikan dan limpahan-limpahan barakah dari bulan-bulan tersebut, di antaranya dengan memilih empat bulan haram (suci) dari dua belas yang ada dalam setahun, yaitu Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Baca Juga:  Bolehkah Menikah Dengan Keponakan (Anak Saudara)?

Satu bulan menyendiri, yaitu bulan Rajab, datang sesudah bulan Jumadil Akhir dan sebelum bulan Sya’bân. Dan tiga bulan berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allâh ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allâh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”. (QS. At Taubah: 36)