
MOESLIM.ID – Sebanyak 100 warga terpilih resmi mengikuti Pelatihan Perhotelan Kota Depok 2026 yang dimulai pada 29 Juni 2026. Selama menjalani pelatihan hingga magang, seluruh peserta mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan Depok.
Peserta yang lolos merupakan hasil seleksi dari 641 pendaftar yang berasal dari 11 kecamatan di Kota Depok. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari lulusan SMA, SMK hingga perguruan tinggi.
Pelatihan yang didanai APBD Kota Depok ini berlangsung selama tiga bulan dengan materi keterampilan di bidang perhotelan. Setelah itu, peserta akan menjalani magang selama sembilan bulan di sejumlah hotel dan restoran mitra.
Selain memperoleh keterampilan kerja, peserta juga mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sejak pelatihan dimulai hingga masa magang berakhir. Perlindungan ini diharapkan membuat peserta lebih fokus mengembangkan kemampuan tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Novarina Azli, mengatakan perlindungan diberikan sejak awal agar peserta dapat mengikuti seluruh tahapan program dengan rasa aman.
“Program ini bukan hanya menjadi jembatan bagi peserta untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan perlindungan sejak awal,” kata Novarina Azli, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya selama pelatihan dan magang.
Dengan demikian, peserta dapat lebih fokus meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan program tersebut sebagai bekal memasuki industri perhotelan.
Pelatihan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok itu juga melibatkan dunia usaha sebagai mitra magang. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan peserta memasuki dunia kerja sekaligus memperluas peluang mereka untuk terserap di industri perhotelan.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah terpilih. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, mengasah kompetensi, dan membangun pengalaman kerja,” kata Novarina.
Ia berharap para peserta dapat menjadi tenaga kerja profesional yang mengutamakan keselamatan kerja serta mampu memanfaatkan pengalaman pelatihan dan magang sebagai bekal berkarier.
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan akan terus mendukung terciptanya ekosistem kerja yang aman dan sejahtera bagi para pekerja Indonesia.(red)








