Harga Minyak Dunia Capai USD 100 Per Barel, Pasokan Timur Tengah Terganggu

Kilang minyak di timur tengah
Kilang minyak di timur tengah. (Foto: Net)

“Investor minyak menunjukkan pandangan mereka terhadap dampak eskalasi terbaru di Timur Tengah dengan sangat jelas,” kata Tamas Varga dari perusahaan pialang minyak PVM.

Menurut Tamas, pasokan minyak global masih akan menghadapi tekanan selama Selat Hormuz belum kembali normal. Jika aliran minyak melalui jalur tersebut belum lancar, pasokan berisiko tidak mampu memenuhi permintaan dalam waktu dekat.Kapal-kapal di Selat Hormuz, seperti terlihat dari Musandam, Oman, 14 Juni 2026. Foto: REUTERS/Stringer

Harga minyak Brent memang masih berada di bawah level tertingginya selama konflik, yakni sekitar USD 126 per barel pada April lalu. Namun, Namun, kenaikan hingga menembus USD 100 per barel dampaknya tidak hanya dirasakan sektor energi.

Baca Juga:  MUI Minta Polisi Tangkap Muhammad Kece yang Hina Islam

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya transportasi dan manufaktur, sekaligus kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi, serta potensi bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama

Amerika Serikat bahkan telah menggunakan cadangan minyak strategisnya dalam jumlah besar. Cadangan tersebut kini berada di level terendah sejak 1982, dengan persediaan sekitar 289,7 juta barel.