Karnaval Mirip Ritual Satanic di Pekalongan, Ini Kata MUI

Karnaval setan di Pekalongan. (Foto: Net)

“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi,” kata Kiai Cholil di Jakarta, Senin (14/9/2026). 

Dia mengingatkan bergembira dengan Maulid Nabi itu dengan mengikuti sunnah beliau, seperti halnya membaca shalawat dan membaca Alquran. 

“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi,” kata dia menegaskan.  

Kiai Cholil menilai, konsep karnaval yang menampilkan visualisasi horor dan menyimpang membuat makna spiritual perayaan Maulid Nabi menjadi hilang. 

Baca Juga:  Kemenag Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi Ramah Disabilitas

Momen yang seharusnya dipenuhi keberkahan dan peneladanan terhadap Nabi justru terdistorsi oleh tontonan yang jauh dari nilai-nilai keislaman.(*)