Moeslim.id | Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah.
Acara yang mulanya digagas sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi sekaligus khitanan massal ke-61 tersebut menuai kontroversi lantaran menyajikan pertunjukan bernuansa mistik yang dinilai mirip dengan ritual satanic.
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan bahwa atraksi menyeramkan yang menonjolkan simbol-simbol satanic serta aksi penyembelihan hewan secara sadis di muka umum sangat bertentangan dengan esensi ajaran Islam dan nilai-nilai mulia peringatan Maulid Nabi.
Kiai Cholil menjelaskan bahwa bergembira atas kelahiran Nabi seharusnya diwujudkan melalui amalan yang mendidik, membawa kedamaian, serta merefleksikan akhlak mulia Nabi.
Kegembiraan tersebut semestinya diisi dengan kegiatan syiar yang memperkuat keimanan, bukan justru menghadirkan unsur ketakutan, simbol-simbol iblis, atau praktik yang mendekati animisme.









