
“Ketika masjid mulai terbakar, ingatlah: ini adalah korek api dan Partai Republik Texas memberinya korek api.”
Sementara itu, pembakaran Al Quran yang ia lakukan juga dikecam Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (Anti-Defamation League). Kelompok itu mengatakan bahwa kampanye tersebut “dipicu oleh kebencian dan kefanatikan anti-Muslim”.
“Membakar kitab suci agama seperti Al Quran dapat memicu kekerasan dan membahayakan orang-orang. Hal ini perlu dikutuk oleh semua orang baik yang berhati nurani,” tambah organisasi itu.
Gomez sendiri adalah seorang imigran dan lahir di Kolombia. Provokasi-provokasinya sebelumnya, termasuk mengganggu acara sipil di Texas Capitol, juga dikutuk.
“Dia bukan hanya seorang fasis Amerika. Dia orang Kolombia. Dan sebagai seorang migran, yang dia inginkan adalah melampiaskan kebencian terhadap migran. Kebanyakan orang Amerika dibunuh oleh orang Amerika,” kata Presiden Kolombia Gustavo Petro berkomentar di media sosial.(*)








