Wagub Jabar: Jangan Ada Tikus di Rumah, Lalu Dibakar Rumahnya

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (khatulistiwaupdate.com)

MOESLIM.ID | BANDUNG – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengajak, masyarakat untuk menyikapi isu pembubaran lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan lebih bijaksana. Kesalahan salah satu anggotanya, bukan berarti kesalahan seluruh isi lembaga, yang harus berujung pada pembubaran MUI. 

Terlebih, kata Uu, keberadaan MUI dinilai penting sebagai pemersatu pandangan umat Islam melalui fatwanya. “Kehadiran MUI sangat dibutuhkan oleh mayoritas umat Islam Indonesia, karena fatwanya dijadikan pegangan dalam melaksanakan nilai-nilai Islam oleh masyarakat,” ujar Panglima Santri di Kota Bandung, Rabu (24/11).

Baca Juga:  Suzhou, Menyimpan Sejarah Panjang Islam di China

“Jangan diibaratkan ada tikus di rumah, kita bakar rumahnya,” imbuhnya.

Sebagai Panglima Santri yang tergabung dalam komunitas pesantren, Uu mengaku, terusik dengan isu pembubaran MUI yang provokatif ini. Karena, MUI merupakan salah satu lembaga yang dihormati dan disanjungi umat Islam di Indonesia.

Terlepas dari pihak mana yang memulai isu pembubaran ini, Uu menilai, pihak tersebut sepatutnya berdiskusi terlebih dulu dengan MUI, terkait ilmu akidah, fikih dan tasawuf. Sehingga, lebih paham esensi keberadaan MUI.

Baca Juga:  Berani Bubarkan MUI, Harus Berhadapan Dengan Umat Islam

“MUI adalah lembaga yang kami hormati, organisasi yang umat Islam hargai dan sanjungi, kok tiba-tiba ada orang ingin membubarkan. Ini mengusik ketentraman umat Islam, mengusik kedamaian kami sebagai umat mayoritas,” kata Uu.