Sarung Tenun Ikat Khas Nusantara yang Unik dan Fashionable

Sarung tenun ikat. (Foto: Net)

Moeslim.id | Sarung tenun ikat adalah kain tradisional berbentuk sarung yang dibuat dengan teknik mengikat benang pakan atau lungsi lalu dicelupkan ke pewarna sebelum ditenun menjadi pola atau motif yang indah.

Sarung tenun ikat merupakan salah satu hasil kerajinan tradisional di Indonesia yang sudah terkenal di seluruh Nusantara. Salah satu tempat di Sulawesi Tengah yang menghasilkan kain tenun ikat adalah daerah Donggala Kelurahan Watusampu.

Karakteristik dan pembuatannya, benang diikat di bagian tertentu agar tidak terkena zat pewarna, membentuk corak khas saat ditenun. Umumnya dibuat secara manual menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) atau alat tenun tradisional.

Baca Juga:  Baju Bahan Polyester, Lebih Nyaman dan Tahan Lama

Waktu pengerjaan tenun ikat membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan karena tingkat ketelitian yang tinggi. Daerah penghasil terkenal di Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan motif etnis kuat dari Sumba, Timor, dan Ende. Jepara dikenal dengan tenun ikat Troso, dan Sulawesi Tengah dengan sarung tenun ikat Donggala.

Warna pada sarung tenun ikat terdiri dari warna terang dan warna gelap, selain itu tidak terdapat batasan warna pada sarung tenun ikat. Warna kuning dan ungu digemari konsumen di tahun 2010, warna orange menjadi tren di tahun 2012.