Moeslim.id | Mentaati pemerintah muslim dalam kataatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bukan maksiat merupakan kewajiban setiap muslim.
Sebaliknya pemerintah yang menjadi pemimpin harus menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya, karena di akhirat pasti akan dituntut tanggungg jawab.
Di antara kewajiban pemerintah adalah memutuskan hukum terhadap rakyat dengan hukum yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allâh, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka”.(QS. Al Maidah: 49)
Pemimpin jangan sampai berlaku curang dan menipu rakyat, karena akibatnya sangat berat. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah bersabda;
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidak ada seorang hamba yang Allah memberikan kekuasaan kepadanya mengurusi rakyat, pada hari dia mati itu dia menipu rakyatnya, kecuali Allâh haramkan surga atasnya”. (HR. Muslim, no. 142)









