Hukum Tahnik Pada Bayi yang Baru Lahir, Cara dan Manfaatnya

Tahnik pada bayi yang baru lahir. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Tahnik berasal dari bahasa Arab yang bermakna melembutkan kurma dan sejenisnya dan memijat langit-langit mulut dengan kurma tersebut. Sedangkan secara istilah ialah mengunyah sesuatu kemudian meletakkan atau memasukkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit mulut.

Ini dilakukan dengan tujuan agar bayi terlatih dengan makanan, juga untuk menguatkannya. Yang patut dilakukan ketika mentahnik, mulut (bayi) dibuka sehingga (sesuatu yang telah dikunyah) bisa masuk ke perutnya.

Yang lebih utama, mentahnik dilakukan dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr), maka dengan kurma basah (ruthab). Kalau tidak ada kurma, bisa diganti dengan sesuatu yang manis. Tentunya madu lebih utama daripada yang lainnya. (Fathul Bari: 9/588)

Baca Juga:  Bolehkah Mengkonsumsi Daging Binatang Buas?

Para Ulama ahli fikih sepakat bahwa hukum tahnik bayi adalah sunnah, hukum ini berdasarkan beberapa hadits, diantaranya:

Abu Burdah dari Abu Musa Radhiyallahu anhu, dia berkata:

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ

“Aku pernah dikaruniai anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu alaihi wasallam, maka Beliau Shallallahu alaihi wasallam memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan sebiji kurma (tamr)”. (HR. Bukhari: 5467, Muslim: 2145, Ahmad: 4/399, dan lainnya)

Baca Juga:  Hukum Tabarruj, Bersolek Untuk Dilihat Orang Banyak