Haramnya Memakan Daging Anjing Dalam Islam

MOESLIM.ID | Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak membatasi makanan halal dengan menyebutkan jenis-jenisnya. Sedangkan pada makanan yang haram Allah memberikan batasan-batasan dengan menyebutkan jenis-jenisnya atau kaidah-kaidahnya.

Artinya, seluruh makanan dan minuman yang ada di bumi itu asalnya halal kecuali beberapa jenis saja. Allah Ta’ala berfirman, menghalalkan makanan dan minuman secara umum,

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِين

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A’raf: 31)

Lalu Allah Ta’ala dalam Al Qur’an dan juga melalui lisan Nabi-Nya Shallallahu alaihi wasallam, menyebutkan beberapa jenis dan beberapa kaidah makanan yang diharamkan dalam syariat. 

Dan di antara makanan yang diharamkan dalam syariat adalah daging anjing. Daging anjing haram dimakan, dan ini adalah pendapat jumhur ulama. Diantaranya dalilnya, dari Aisyah radhiallahu anha, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:  MUI Deklarasi Bersama Ormas Islam Lawan Islamofobia

خمسٌ فَواسِقُ، يُقتَلنَ في الحرمِ، الفأرةُ، والعَقرَبُ، والحُدَيَّا، والغُرابُ، والكلبُ العَقورُ

“Ada lima hewan fasiq yang boleh dibunuh di tanah haram: tikus, kalajengking, burung buas, gagak dan anjing”. (HR. Bukhari no. 3314)

Dalam riwayat lain:

خمسٌ فواسقٌ يُقتلْنَ في الحلِّ والحرمِ : الحيةُ ، والغرابُ الأبقعُ ، والفارةُ ، والكلبُ العقورُ ، والحُدَيَّا

“Ada lima hewan fasiq yang boleh dibunuh di luar tanah haram maupun di dalamnya: ular, gagak, tikus, anjing, dan burung buas”. (HR. Muslim no. 1198)

Dalam hadits disebutkan lafadz al kalbul aquur. Dijelaskan oleh Al Baihaqi rahimahullah:

الكلب العقور فقيل : هو الكلب المعروف ، وقيل : كل ما يفترس ؛ لأن كل مفترس من السباع يسمى كلبا عقورا في اللغة

Al kalbul aquur adalah salah satu jenis anjing yang ma’ruf. Sebagian ulama mengatakan: al kabul aquur artinya semua binatang yang bertaring. Karena semua binatang buas yang bertaring disebut kalbun aquur dalam bahasa Arab”. (Ma’rifatus Sunan, 7/473)

Baca Juga:  Hukum dan Tata Cara Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)

Karena anjing disebut Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai hewan fasiq, maka hukumnya haram memakannya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam kitab Al Irsyad menyebutkan salah satu kaidah makanan haram adalah, “Binatang yang diperintahkan syariat untuk membunuhnya dan dinamai sebagai hewan fasiq”. (Al Irsyad Ulil Bashair wal Albab li Nailil Fiqhi, hal. 305-306)

Para ulama juga mengharamkan daging anjing berdalil dengan hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, beliau berkata:

نهى رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ عن كلِّ ذي نابٍ من السِّباعِ . وعن كلِّ ذي مِخلَبٍ من الطيرِ

“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melarang makan binatang buas yang memiliki taring dan setiap burung buas yang memiliki cakar”. (HR. Muslim no. 1934)

Baca Juga:  Sejumlah Masjid di Kota Bandar Lampung Gelar Shalat Gerhana Bulan

Demikian juga mereka berdalil dengan hadits dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ثَمنُ الكَلبِ خَبيثٌ

“Hasil penjualan anjing itu kotor”. (HR. Muslim no. 1568)

Hadits ini melarang jual-beli anjing. Andaikan daging anjing boleh dimakan maka akan dibolehkan jual-belinya.

Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah mengatakan:

وَمِنْ ذَلِكَ الْكَلْبُ: فَإِنَّ أَكْلَهُ حَرَامٌ عِنْدَ عَامَّةِ الْعُلَمَاءِ، وَعَنْ مَالِكٍ قَوْلٌ ضَعِيفٌ جِدًّا بِالْكَرَاهَةِ

“Diantara hewan yang haram dimakan adalah anjing. Anjing dilarang untuk dimakan menurut jumhur ulama. Ada pendapat Imam Malik yang memakruhkan namun ini pendapat yang lemah”. (Adhwa ul Bayan, 2/303)

Demikian hukum memakan daging anjing dalam agama Islam. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua.(muslim.or.id)

Referensi Lainnya, klik: https://www.jabarnews.com