Madzhab Hanafi dan Pandangan Tentang Fiqih

Ilustrasi seseorang di gurun pasir. (Foto: Net)

Moeslim.id | Pendiri madzhab Hanafi adalah Imam Abu Hanifah rahimahullah. Namanya adalah Nu’man bin Tsabit. Lahir di Kufah pada tahun 80 hijriah, dan wafat pada tahun 150 hijriah. Beliau dijuluki dengan Al Imam Al A’zham, yaitu seorang imam yang paling agung.

Selain dikenal sebagai ahli fiqih, Imam Abu Hanifah juga termasuk Huffazul Hadits, Imam penghafal hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Di zaman Abu Hanifah, masih ada beberapa sahabat Nabi yang hidup, seperti Anas bin Malik, Abdullah bin Abi Aufa, Sahl bin Sa’d, dan Abu At Thufail, radhiyallahu anhum.

Baca Juga:  Mengenal Mahrom Kita, Biar Tidak Salah Anggapan

Guru Imam Abu Hanifah yang paling terkenal adalah Hammad bin Abi Sulaiman. Imam Abu Hanifah berguru kepadanya selama 18 tahun, hingga wafatnya sang guru.

Salah satu keistimewaan Abu Hanifah adalah beliau mewarisi ilmu sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang terkenal yaitu Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu.