Makna Bulan Sya’ban dan Ibadah yang Disyariatkan (1)

Bulan dalam Islam. (Foto: Net)

Dari Abu Salamah, Aisyah Radhiyallahu anhuma pernah menceritakan kepadanya, dia berkata; “Nabi Shallallahu alaihi wasallam tidak pernah berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada bulan Sya’ban sepenuhnya.

Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Lakukanlah amalan (sunnah) semampu kamu. Sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan (terhadap amal yang terus-menerus kalian lakukan), hingga kalianlah yang merasa bosan”.

Shalat yang paling dicintai Nabi Shallallahu alaihi wasallam adalah shalat yang dikerjakan secara terus-menerus (konsisten), walaupun hanya sedikit. Apabila beliau mengerjakan suatu shalat, beliau mengerjakannya secara terus-menerus (konsisten). (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 782)

Baca Juga:  Hikmah dan Tujuan Disyariatkan Puasa Ramadhan

Dari Abdullah bin Abi Qays, bahwasanya dia mendengar Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata; “Bulan yang paling disukai Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk berpuasa adalah bulan Sya’ban. Karena itulah, beliau menyambungkan puasa pada bulan itu dengan puasa bulan Ramadhan”. (HR. Ahmad: VI/188, Abu Dawud no. 2431).(*)