Moeslim.id | Ketika menjumpai bulan Rajab dan memperoleh kesempatan untuk menikmati usia dalam bulan tersebut, hendaknya menyikapinya dengan bijak dan baik. Maka hendaknya ia mensyukuri nikmat besar tersebut.
Sebab bersyukur adalah kaedah umum untuk merespon sebuah kenikmatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, apapun nikmat tersebut, baik nikmat duniawi, apalagi kenikmatan yang berhubungan dengan agama, kesempatan beramal shaleh dan memperbaiki diri.
Syaikh Al Utsaimin rahimahullah berpesan; “Pujilah Rabb kalian yang telah memanjangkan usia kalian, sehingga kalian mendapatkan bulan Rajab”. (Adh Dhiya Al Lami minal Khuthabil Jawami: 6/403)
Setelah itu, sikap seorang Muslim dan Muslimah yang mengetahui keagungan bulan Rajab adalah mengagungkannya dengan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
Sebab, kesempatan yang baik dan peluang emas ini akan benar-benar menjadi kenikmatan bagi seorang hamba bagi dunianya dan akhiratnya, bila mengisinya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.









